Sesaat setelahnya

    Aku membanting barang lagi waktu marah

    Ada yang pecah di lantai, suaranya hilang.

    Ponsel, piring, gelas, atau pintu yang sekarang tidak bisa ditutup rapat. Panas yang melemparnya sedang turun, dan kamu membaca ini sebelum membereskannya.

    Ini lebih dulu daripada seluruh halaman ini. Kalau barangnya dilempar ke arah orang, kalau ada yang ada di ruangan itu lalu jadi diam, atau kalau ada yang takut kepadamu di rumah ini, berhenti membaca dan bicara dengan orang hari ini. Dan kalau kamu yang sedang takut di rumah ini, nomor-nomor di bawah ini juga untukmu.

    Kalau sekarang ada bahaya, telepon 112. Kamu tidak perlu memutuskan dulu apakah keadaannya sudah cukup gawat.

    Layanan 112 belum aktif di semua kabupaten dan kota. Kalau 112 tidak tersambung, telepon 110 untuk polisi, atau 119 untuk gawat darurat medis.

    Kalau di rumah tidak aman, SAPA 129 ada siang dan malam untuk perempuan dan anak: telepon 129 atau WhatsApp ke 08111-129-129.

    Kalau kamu masih anak atau remaja dan butuh bicara, ada TePSA di 1500-771.

    Di Indonesia belum ada nomor yang bisa kamu telepon hanya untuk bicara, jam berapa pun. Yang ada adalah nomor darurat di atas, dan itu untuk keadaan yang membahayakan tubuh. Itu keadaan layanan di negara ini, bukan penilaian tentang kamu atau tentang apakah yang kamu alami sudah cukup berat. Kalau malam ini terasa terlalu panjang, hubungi satu orang yang kamu kenal. Tidak perlu orang yang paling dekat, cukup orang yang bisa dihubungi sekarang.

    Halaman ini tidak akan bilang orang macam apa yang melempar barang. Itu penilaian, dan ini catatan. Yang ada di sini adalah apa yang bisa dikerjakan sepuluh menit ke depan, lalu, kalau kamu mau, kenapa yang kena barang dan bukan hal lain.

    Sepuluh menit ke depan

    Kalau bagian di atas bukan keadaanmu, ini seluruh sepuluh menit ke depan. Mulai dari lantai.

    [TUGAS LAPANGAN]

    Periksa apakah ada yang tajam, dan apakah ada yang kecil atau berkaki empat yang bisa lewat di situ. Urus bagian itu saja.

    Sisanya biarkan di tempatnya dua puluh menit. Duduk di tempat lain. Air dingin di pergelangan tangan. Panasnya masih turun, dan membungkuk ke pecahan itu membawanya naik lagi.

    Kalau ada orang lain di rumah, jangan pergi menjelaskan dulu. Satu kalimat lewat pintu kalau perlu: aku tidak apa-apa, dua puluh menit lagi aku keluar.

    Jangan pesan penggantinya malam ini. Jangan buru-buru membuang pecahannya supaya tidak ada yang lihat. Dua-duanya adalah langkah kedua, dan langkah kedua dibahas di bawah.

    Sesudah dua puluh menit, sapu dengan kecepatan biasa. Itu seluruh sepuluh menit ke depan, ditambah satu sapu.

    Kenapa yang kena barang

    Barang yang kamu banting dipilih dalam waktu kurang dari satu detik. Bukan oleh pertimbangan. Oleh tubuh. Barang itu dekat, barang itu bersuara waktu jatuh, dan barang itu tidak bisa membalas. Barang itu juga tidak bisa keluar dari ruangan, tidak bisa menelepon siapa pun, dan tidak bisa memandangmu sesudahnya.

    Itu sebabnya yang kena piring dan bukan orang. Ada bagian dari urutan ini yang masih memilih sasaran yang tidak bisa terluka. Simpan fakta itu. Jangan dipakai sebagai pembelaan, dan jangan dibuang juga. Di situ tempat tangkapannya dibangun.

    Barangnya bukan intinya. Suaranya yang inti. Panasnya ingin punya bukti sebelum ia pergi.

    Pecahan di lantai adalah satu-satunya bagian dari urutan ini yang bertahan sampai pagi. Teriakannya hilang. Panasnya hilang. Piringnya tidak. Itu sebabnya versi ini yang bisa kamu lihat, dan yang paling sulit dijelaskan pergi.

    Kenapa rasanya di luar kendali

    Karena panasnya datang sebelum lemparannya. Ia naik lewat dada dan turun ke lengan, tangan menutup, dan beberapa detik kemudian ada yang melayang. Celahnya ada di detik-detik itu, sesudah panasnya dan sebelum lemparannya. Itu satu-satunya tempat di urutan ini yang muat untuk sebuah pilihan.

    [CARA KERJA]

    Sinyal tubuhnya di berkas ini adalah panas di dada dan tarikan di lengan, seolah tangan sudah mencari sesuatu.

    Tarikan itu yang perlu ditangkap. Begitu tangan sudah menutup pada barangnya, urutannya hampir selesai.

    Jaraknya pendek, tiga sampai tujuh detik antara tarikan dan lemparan, dan di jarak itu tindakannya belum ditentukan.

    Pikirannya datang sesudahnya. Alasannya, pembelaannya, kalimat tentang apa yang tadi dia katakan. Semuanya datang sesudah panasnya. Itu sebabnya rasanya seperti terjadi kepadamu. Bukan. Ia berjalan lewat kamu, berurutan, dan urutan itu yang bisa ditangkap.

    Yang dikatakan besok, dan yang dikerjakan dengan rasa bersalahnya

    Kalau ada yang melihat atau mendengarnya, dia dapat satu kalimat. Bukan pembelaan, dan bukan janji.

    [KERANGKA TULIS ULANG]

    Dengan nada biasa: aku yang melempar ponselnya. Itu urusanku, bukan urusanmu. Maaf itu terjadi di depanmu.

    Lalu berhenti. Tanpa tapi, tanpa daftar apa yang terjadi sebelumnya.

    Lalu rencana, bukan janji: waktu aku merasakan panas di lengan, aku akan memasukkan tangan ke saku dan keluar dari ruangan. Kalau kamu lihat aku melakukannya, artinya aku sedang mengerjakannya.

    Jangan minta dia bilang tadi tidak separah itu. Jangan minta dia mengawasi. Menangkap panasnya pekerjaanmu.

    Tangan di saku sesudah barang pertama melayang itu terlambat, dan tetap terhitung. Tangan di saku sebelum ada yang bergerak adalah yang sedang kamu latih. Yang dihitung berapa kali tangan masuk saku, bukan berapa hari tanpa suara keras.

    Sebagian rasa bersalahnya menunjuk ke sesuatu yang benar: ada barang milikmu, atau miliknya, yang masuk tempat sampah karena panas. Simpan bagian itu. Bagian itu tepat, dan bagian itu alasannya untuk mengerjakan panasnya. Bagian lain bilang kamu berbahaya, atau tidak terkendali, atau makin parah. Itu penilaian, dan di arsip ini tidak ada tempat untuk mengajukannya.

    Ganti barangnya dengan kecepatan biasa, kalau sudah bisa. Menggantinya malam ini, cepat, sebelum ada yang sadar, adalah langkah kedua. Langkah itu mengubah catatan jadi rahasia, dan rahasia adalah yang membuat urutannya terus berjalan. Lalu kerjakan hal-hal biasa. Makan. Minum air. Tidur. Ambang yang tadi kamu lewati itu ambang tubuh, dan mengulang malam ini berjam-jam tidak menaikkannya. Ia menurunkannya untuk besok.

    Berkas lengkapnya, termasuk di mana panasnya bisa ditangkap, ada di /id/pola/kenapa-aku-meledak-karena-hal-kecil.