Satu masa
Kenapa aku terus minta maaf kepada semua orang sejak bercerai?
Suratnya sudah selesai, tapi urusannya belum selesai.
Tiap orang yang bertanya mendapat penjelasan, dan tiap penjelasan dibuka dengan kata yang sama. Maaf kalau jadi canggung. Maaf sudah merepotkan. Maaf, aku belum sempat cerita.
Halaman ini bukan tentang perceraiannya. Ini tentang dua hal yang sudah ada sebelumnya dan makin kencang berjalan di bulan-bulan ini.
Apa yang bukan periode ini
Bercerai bukan berkas, dan rasa kehilangan sesudahnya juga bukan. Sedih, marah, lega dan bingung di hari yang sama bukan pola. Rumah yang terasa asing bukan pola. Itu yang memang terjadi.
Tidak ada juga di sini soal siapa yang benar, soal urusan hukum, atau soal apa yang baik untuk siapa. Itu pertanyaan untuk orang-orang yang terlibat langsung, dan arsip ini tidak punya pendapat tentangnya.
Yang ada di sini lebih sempit. Periode ini tidak membuat urutan baru. Periode ini membuat urutan yang sudah ada berjalan lebih sering, di depan lebih banyak orang, dan itu membuatnya lebih mudah dilihat.
Berkas mana yang makin kencang berjalan di sini
Yang pertama Lingkaran Minta Maaf. Bulan-bulan ini adalah bulan-bulan menjelaskan: kepada orang tua, kepada saudara, kepada teman kantor, kepada tetangga. Kalau kata maaf sudah keluar lebih dulu sebelum ada yang salah, periode ini memberinya panggung setiap hari.
Yang kedua Ikatan yang Menguras. Kontak dengan mantan pasangan tidak selalu berhenti bersama pernikahannya. Ada urusan yang harus dibicarakan, dan ada panggilan yang tidak bisa ditolak. Yang terlihat bukan panggilannya, melainkan satu hari penuh yang habis sesudahnya.
[CERMINAN]
Kamu minta maaf kepada orang yang hanya bertanya kabar.
Kamu menyiapkan penjelasan panjang untuk pertanyaan yang pendek.
Sesudah satu telepon soal urusan bersama, sisa harimu tidak bisa dipakai.
Yang bisa kamu perhatikan
Kata maafnya, dan kapan kata itu keluar. Bukan untuk ditahan. Hanya untuk dihitung: berapa kali dalam satu hari, kepada siapa, dan apakah ada yang salah waktu kata itu keluar.
Dan harinya sesudah kontak. Bukan isi pembicaraannya, melainkan jam-jam sesudahnya. Kalau kamu bisa menunjuk satu hari yang hilang karena satu panggilan, itu keterangan tentang ikatannya, bukan tentang kekuatanmu.
[PENGAMATAN LAPANGAN]
Sebelum menjelaskan, ada yang mengetat di dada atau di tenggorokan.
Kata maaf keluar beberapa detik sesudahnya, sebelum kamu memutuskan apa pun.
Detik itu yang dicari. Bukan kata maafnya.
Yang bisa dikerjakan di bulan-bulan ini
Satu kalimat penjelasan yang sama untuk semua orang, ditulis sekali dan dipakai berulang. Kalimat itu tidak dibuka dengan kata maaf, dan tidak lebih panjang dari satu napas. Kamu tidak berutang cerita lengkap kepada siapa pun.
Dan satu jam kosong sesudah setiap kontak dengan mantan pasangan, kalau hidupmu mengizinkan. Bukan untuk memulihkan apa pun. Untuk mencatat apa yang terasa, sebelum hari itu habis tanpa kamu sadari.
[TUGAS LAPANGAN]
Tulis satu kalimat penjelasan tanpa kata maaf di dalamnya.
Selama tujuh hari, pakai kalimat itu dan hitung berapa kali kata maaf tetap keluar.
Tulis juga satu baris setiap kali ada kontak dengan mantan pasangan: jam berapa, dan apa yang terjadi pada sisa harimu.
Pertanyaan lain di sekitar pertanyaan ini
Apakah perceraian itu salah satu dari sembilan berkas?
Tidak. Yang kamu alami sekarang adalah perubahan besar dalam hidupmu, bukan urutan yang terus kembali. Yang ada di sini soal dua perilaku yang sudah ada sebelumnya dan makin kencang berjalan di bulan-bulan ini.
Kenapa aku minta maaf padahal tidak ada yang menyalahkanku?
Karena kata itu keluar sebelum ada yang salah, bukan sesudahnya. Periode ini memberi kata itu lebih banyak kesempatan, karena ada lebih banyak orang yang bertanya dan lebih banyak yang harus dijelaskan.
Apakah aku harus menjelaskan perceraianku kepada semua orang?
Tidak. Satu kalimat yang sama untuk semua orang sudah cukup, dan kamu tidak berutang cerita lengkap kepada siapa pun. Tugas lapangan di atas dibuat untuk kalimat itu.
Kenapa satu telepon dengan mantan pasangan menghabiskan satu hari?
Karena yang habis bukan waktu teleponnya, melainkan tenaga berjaga sebelum dan sesudahnya. Itu bentuk yang dicatat berkas yang disebut di atas, dan bentuk itu sudah ada sebelum perceraiannya.
Apakah wajar merasa lega dan sedih di hari yang sama?
Itu bukan pertanyaan yang dijawab arsip ini, dan dua perasaan itu bukan pola. Yang ada di sini hanya dua perilaku yang bisa dihitung, sementara perasaan-perasaan itu tetap berjalan.
Bagaimana kalau kontak dengan mantan pasangan tidak bisa dihindari?
Sering memang tidak bisa, dan halaman ini tidak menyuruhmu menghindarinya. Yang bisa dikerjakan lebih kecil: satu jam kosong sesudahnya dan satu baris catatan, supaya ongkosnya terlihat.
Apakah ini tentang siapa yang salah dalam perceraiannya?
Tidak. Arsip ini tidak punya pendapat tentang itu. Yang dicatat di sini adalah apa yang kamu kerjakan di bulan-bulan sesudahnya, dan itu pertanyaan lain dengan jawaban lain.
Kenapa kata maafnya tidak berhenti walaupun aku sudah sadar?
Karena sadar datang sesudah kata itu keluar, dan kata itu keluar dalam beberapa detik. Yang bisa dikerjakan adalah detik sebelumnya, yaitu yang mengetat di dada atau di tenggorokan sebelum kamu bicara.
Apakah ada yang salah denganku karena tidak bisa melewati ini dengan cepat?
Tidak ada yang salah yang dicatat di sini. Arsip ini tidak punya ukuran berapa lama periode ini seharusnya berjalan, dan tidak akan memberimu satu.
Bisakah ini kupakai kalau aku yang meminta cerai?
Bisa. Kedua perilaku itu tidak bergantung pada siapa yang memutuskan. Kata maaf yang keluar sebelum ada yang salah, dan hari yang habis sesudah satu kontak, bisa dihitung dengan cara yang sama.
Berkas mana yang harus kubaca duluan?
Yang paling sering kamu temukan di catatan tujuh harimu. Kalau yang paling banyak adalah kata maaf, mulai dari berkas yang pertama. Kalau yang paling banyak adalah hari yang habis, mulai dari yang kedua.
Arsip ini
Yang ada dan yang tidak ada di bahasa Indonesia tertulis di pintu.
Yang ada dalam bahasa Indonesia