Orang lain

    Kenapa orang tuaku meledak untuk hal-hal kecil?

    Suaranya naik sebelum kalimatnya selesai, hampir selalu. Pemicunya kecil: piring yang salah taruh, pertanyaan yang diulang, sandal yang tidak di tempatnya. Dan sesudahnya ada beberapa jam yang tidak pernah dibicarakan lagi.

    Halaman ini menerangkan sebuah bentuk dari luar. Halaman ini tidak menerangkan orang tuamu. Mengenali sebuah bentuk belum memberimu hak untuk menamainya atas nama orang lain, dan tidak ada satu kalimat pun di sini yang dibuat untuk diucapkan di tengah suara yang sedang naik.

    Kalau di rumah ini ada bahaya sekarang, bagian ini didahulukan. Nomor di bawah untuk siapa pun yang menelepon, termasuk kamu.

    Kalau sekarang ada bahaya, telepon 112. Kamu tidak perlu memutuskan dulu apakah keadaannya sudah cukup gawat.

    Layanan 112 belum aktif di semua kabupaten dan kota. Kalau 112 tidak tersambung, telepon 110 untuk polisi, atau 119 untuk gawat darurat medis.

    Kalau di rumah tidak aman, SAPA 129 ada siang dan malam untuk perempuan dan anak: telepon 129 atau WhatsApp ke 08111-129-129.

    Yang naik lebih dulu daripada suaranya

    Dari luar yang terlihat hanya ledakannya, dan ledakan itu bagian terakhir. Yang mendahuluinya biasanya bisa dilihat kalau kamu tahu harus melihat apa: rahang yang mengeras, satu tarikan napas yang lebih pendek, jawaban yang tiba-tiba jadi satu kata saja. Di antara itu dan suaranya ada beberapa detik.

    Yang berguna dicatat bukan seberapa keras, melainkan apa yang ada sebelumnya. Sering ada kelelahan, rasa lapar, atau satu hal lain yang sudah gagal hari itu. Bukan piringnya.

    [PENGAMATAN LAPANGAN]

    Dua minggu. Tiap kali suaranya naik, tulis tiga hal: jam berapa, sudah makan atau belum, dan apa yang gagal sebelumnya hari itu.

    Jangan menulis apa yang dikatakan. Yang dicatat adalah keadaan sebelumnya.

    Baca ulang di hari keempat belas. Yang kamu cari ada di kolom kiri, bukan di kolom kanan.

    Kenapa yang menyalakannya selalu terlihat kecil

    Karena yang menyalakannya bukan piringnya, melainkan sesuatu yang sudah penuh sebelum piring itu jatuh. Piring adalah bagian terakhir yang menyentuh permukaan, dan bagian terakhir itu yang paling mudah dilihat dari luar. Dari sana ledakannya terlihat tidak masuk akal, dan itu sebabnya.

    Ada bagian kedua yang membuat ini bertahan. Sesudah suaranya turun ada rasa lega, dan sering ada juga rasa malu. Keduanya datang dalam satu paket, dan paket itu terlalu tidak enak untuk dibuka, jadi tidak dibuka. Urutan yang tidak pernah dibicarakan tetap jalan.

    [CARA KERJA]

    Sesuatu menumpuk lebih dulu, lalu sinyal tubuh, lalu 3 sampai 7 detik itu, lalu suaranya.

    Sesudah suaranya, tekanan turun. Turunnya itu upahnya, dan upah itu datang dalam hitungan detik.

    Malu datang belakangan dan datang sendirian, jadi malu tidak pernah bertemu upahnya di tempat yang sama.

    Yang tidak bisa dilihat dari sisi meja ini

    Apakah dia tahu bahwa detik-detik itu ada. Dari luar itu tidak bisa dibaca sama sekali. Orang yang menjalankan urutan ini sering merasa ledakannya datang tanpa peringatan, dan apa yang kamu lihat sebagai peringatan belum tentu sesuatu yang dia rasakan.

    Dan apa yang ada di belakangnya. Arsip ini tidak menyatakan apa pun soal itu. Sebuah urutan adalah milik orang yang menjalankannya, dan nama yang datang dari luar adalah putusan, bukan keterangan.

    Dan apa yang terjadi sesudah ini. Halaman ini tidak menjawab itu dan tidak akan menebaknya, karena arsip ini belum pernah bertemu orang tuamu, dan tebakan tentang orang yang tidak ada di sini adalah tebakan yang paling tidak bisa kamu periksa.

    Yang tetap jadi bagianmu

    Rasa waspadamu, dan rasa itu bukan kelemahan. Orang yang tumbuh di dekat suara yang bisa naik kapan saja belajar membaca sebuah kamar lebih cepat daripada orang lain, dan kemampuan itu ikut terpakai di tempat yang tidak membutuhkannya.

    Yang ada di tanganmu bukan suaranya. Yang ada di tanganmu adalah di mana kamu berdiri waktu suaranya naik, kapan kamu keluar, dan apa yang kamu catat sesudahnya. Tidak satu pun dari ketiganya menunggu persetujuan siapa-siapa.

    Dan satu hal yang sering dicoba dan jarang berhasil: menerangkan kepadanya apa yang sedang terjadi, di tengah suaranya naik. Di detik-detik itu keterangan terdengar sebagai perlawanan, dan perlawanan menambah tumpukannya. Waktu untuk kalimat panjang bukan waktu itu.

    [CERMINAN]

    Kamu pernah menghafal jam-jam yang lebih aman untuk bertanya.

    Kamu pernah menyiapkan jawaban untuk pertanyaan yang belum diajukan.

    Kamu pernah merasa lega waktu suaranya sudah naik, karena menunggunya lebih berat.

    Tujuh hari, dan tidak ada yang diumumkan

    Tidak ada yang perlu kamu sampaikan kepada siapa pun minggu ini. Yang dikerjakan ada di kolommu sendiri, dan kolom itu tidak ditunjukkan kepada orang yang kamu amati.

    [TUGAS LAPANGAN]

    Tujuh hari. Tiap kali suaranya naik, tiga kolom: jamnya, keadaan sebelumnya, dan berapa lama sampai suasananya turun.

    Tambahkan satu kolom untuk dirimu sendiri: di mana kamu berdiri, dan apakah kamu keluar.

    Jangan menyimpulkan apa pun. Tujuh baris adalah tujuh baris, dan itu sudah lebih banyak daripada ingatan.

    Halaman ini tetap ada di sini, tanpa tanggal dan tanpa syarat.

    Kalau yang kamu kenali di keterangan ini justru dirimu sendiri, ada berkas untuk itu: Sumbu Pendek. Berkas itu ditulis untukmu, tentang beberapa detik sebelum suaramu naik, dan berkas itu tidak membuka apa pun tentang orang lain.

    Pertanyaan lain di sekitar pertanyaan ini

    Apakah aku boleh keluar dari kamar waktu suaranya naik?

    Boleh, dan itu salah satu dari sedikit hal yang benar-benar ada di tanganmu. Keluar bukan jawaban dan bukan hukuman. Itu memindahkan tempat berdirimu, dan tempat berdiri adalah bagian yang bisa kamu pilih.

    Kenapa dia bisa tenang lagi seperti tidak terjadi apa-apa?

    Karena tekanan yang tadi menumpuk sudah turun, dan turunnya adalah bagian yang paling cepat dari seluruh urutannya. Bagi orang yang menonton, jam berjalan jauh lebih lambat. Dua orang di kamar yang sama memakai dua jam yang berbeda.

    Apakah ini karena aku yang membuatnya marah?

    Yang menyalakannya sudah menumpuk sebelum kamu ada di sana. Piring atau pertanyaan adalah bagian terakhir yang menyentuh permukaan, dan bagian terakhir bukan isinya. Tidak ada apa pun di dalam bentuk ini yang berisi penilaian tentang orang-orang di sekitarnya.

    Bagaimana kalau aku takut di rumah?

    Kalau ada bahaya sekarang, nomornya ada di bagian atas halaman ini dan bagian itu didahulukan daripada semua yang lain di sini. Nomor itu untuk siapa pun yang menelepon, dan salah satunya memang untuk perempuan dan anak.

    Perlu tidak aku menceritakan ini kepada orang lain?

    Itu keputusanmu dan tidak ada halaman yang bisa mengambilnya untukmu. Yang bisa disebut: catatan tanggal dan jam lebih berguna daripada ingatan waktu kamu bercerita, karena ingatan disusun ulang tiap kali diceritakan.

    Apakah dia bisa berubah?

    Arsip ini tidak tahu dan tidak akan menebaknya. Halaman ini belum pernah bertemu orang tuamu, dan sebuah tebakan tentang orang yang tidak ada di sini adalah tebakan yang paling tidak bisa kamu periksa. Yang bisa dicatat adalah apa yang sudah pernah terjadi.

    Kenapa sesudahnya tidak pernah dibicarakan?

    Karena sesudahnya biasanya ada malu, dan malu adalah bagian yang paling mahal untuk dibuka. Diam sesudah ledakan bukan kelanjutan dari marahnya. Diam itu bagian lain, dan bagian itu punya biayanya sendiri.

    Boleh aku menunjukkan halaman ini kepadanya?

    Lebih baik jangan. Tulisan yang disodorkan dari luar sampai sebagai putusan tentang watak seseorang, dan yang dibicarakan sesudahnya adalah putusan tadi, bukan beberapa detik yang halaman ini bicarakan.

    Apakah aku akan jadi seperti itu juga?

    Halaman ini tidak menjawab pertanyaan itu, dan pertanyaan itu tidak bisa dijawab dari luar tentang siapa pun. Yang bisa dikerjakan adalah membaca urutannya pada dirimu sendiri kalau memang ada, dan untuk itu ada berkas tersendiri yang ditulis untukmu.

    Apa bedanya dengan orang yang memang keras suaranya?

    Suara keras yang isinya sama sepanjang hari bukan yang diterangkan di sini. Yang diterangkan adalah urutan yang punya jam mulai: menumpuk, lalu sinyal tubuh, lalu beberapa detik, lalu suaranya. Dari luar bedanya ada di apa yang mendahuluinya, bukan di berapa kerasnya.

    Kenapa halaman ini tidak menyebut satu nama untuk yang sedang terjadi?

    Karena sebuah urutan adalah milik orang yang menjalankannya. Nama yang datang dari luar adalah putusan, bukan keterangan, dan arsip ini belum pernah bertemu orang yang kamu baca di sini.

    Apa yang sebaiknya aku lakukan sesudahnya?

    Sesudahnya, tulis tiga hal untuk dirimu sendiri: jamnya, apa yang ada sebelumnya, dan berapa lama sampai suasananya turun. Catatan itu untukmu. Halaman ini tidak memberimu kalimat untuk diucapkan kepadanya, dan itu bukan kekurangan.

    Arsip ini

    Apa yang sudah ada dalam bahasa Indonesia dan apa yang belum, ada di balik pintu.

    Yang ada dalam bahasa Indonesia