Orang lain

    Kenapa orang tuaku selalu curhat kepadaku?

    Ceritanya selalu dimulai waktu rumah sudah sepi. Isinya hal-hal yang sama: uang, saudara, sikap orang tuamu yang lain. Kamu mendengarkan sampai larut, lalu tidur membawa masalah yang bukan milikmu.

    Halaman ini menerangkan sebuah bentuk dari luar. Halaman ini tidak menerangkan orang tuamu, dan tidak ada apa pun di sini yang dibuat untuk ditunjukkan kepadanya.

    Ada cerita orang tua yang bukan sekadar curhat. Kalau ada yang disakiti di rumah, atau ada yang bicara soal tidak ingin hidup lagi, bagian ini didahulukan.

    Kalau sekarang ada bahaya, telepon 112. Kamu tidak perlu memutuskan dulu apakah keadaannya sudah cukup gawat.

    Layanan 112 belum aktif di semua kabupaten dan kota. Kalau 112 tidak tersambung, telepon 110 untuk polisi, atau 119 untuk gawat darurat medis.

    Kalau di rumah tidak aman, SAPA 129 ada siang dan malam untuk perempuan dan anak: telepon 129 atau WhatsApp ke 08111-129-129.

    Di Indonesia belum ada nomor yang bisa kamu telepon hanya untuk bicara, jam berapa pun. Yang ada adalah nomor darurat di atas, dan itu untuk keadaan yang membahayakan tubuh. Itu keadaan layanan di negara ini, bukan penilaian tentang kamu atau tentang apakah yang kamu alami sudah cukup berat. Kalau malam ini terasa terlalu panjang, hubungi satu orang yang kamu kenal. Tidak perlu orang yang paling dekat, cukup orang yang bisa dihubungi sekarang.

    Yang sebenarnya diberikan kepadamu

    Dari luar ini terlihat seperti kepercayaan, dan sebagian memang kepercayaan. Tapi coba lihat isinya. Yang paling sering diceritakan adalah orang tuamu yang lain. Kamu hanya mendengar satu sisi, dari satu orang, tentang orang yang kamu sayangi juga.

    Itu pekerjaan, dan pekerjaan itu punya nama biasa: penengah. Seorang penengah diharapkan mendengar, menenangkan, dan menyimpan. Pekerjaan itu tidak pernah kamu lamar. Pekerjaan itu datang sedikit demi sedikit, sejak kamu cukup besar untuk mengerti.

    [PENGAMATAN LAPANGAN]

    Ingat lima percakapan terakhir.

    Hitung berapa yang isinya tentang orang tuamu yang lain.

    Hitung juga berapa yang dibuka dengan pertanyaan tentang harimu.

    Kenapa selalu jatuh ke tempatmu

    Karena dulu kamu melakukannya dengan baik. Kamu tenang, kamu tidak memihak dengan keras, dan kamu tidak menceritakannya lagi kepada siapa-siapa. Anak pertama sering memegang pekerjaan ini lebih dulu, karena dia yang paling cepat mengerti.

    Mendengarkan lebih lama tidak mengosongkan apa pun. Ceritanya tidak memendek, sebaik apa pun kamu menanggapinya. Saran yang kamu berikan biasanya mendapat alasan kenapa itu tidak bisa, lalu ceritanya lanjut dari titik tadi.

    [CARA KERJA]

    Beratnya datang lebih dulu, di dada atau di perut, beberapa detik sebelum kamu memutuskan apa pun.

    Yang menyusul bukan keputusan untuk mendengarkan. Itu kebiasaan lama yang belum pernah diminta menjelaskan dirinya.

    Sesudahnya kamu melihat orang tuamu yang lain dengan mata yang dipinjamkan kepadamu.

    Yang tidak bisa dibaca dari luar

    Kenapa orang tuamu tidak punya tempat lain untuk bercerita. Dari luar itu tidak kelihatan, dan halaman ini tidak akan menebaknya.

    Siapa yang benar di antara kedua orang tuamu. Kamu hanya mendengar satu sisi, dan halaman ini tidak mendengar sisi mana pun. Arsip ini tidak punya pendapat tentang pernikahan orang tuamu.

    Dan apa yang terjadi sesudah ini. Arsip ini belum pernah bertemu orang tuamu. Tebakan tentang orang yang tidak ada di sini adalah tebakan yang paling tidak bisa kamu periksa.

    Yang tetap di tanganmu

    Satu hal yang bisa dikeluarkan dari percakapan. Kalimat seperti aku mau mendengar, tapi tidak tentang orang tuaku yang lain, diucapkan dengan tenang, adalah keterangan tentang apa yang bisa kamu tanggung. Itu bukan penolakan terhadap orang tuamu.

    Batas waktunya. Satu percakapan yang berhenti di jam yang wajar tetap percakapan. Kamu tidak berutang malam yang panjang untuk membuktikan bahwa kamu anak yang baik.

    Dan hubunganmu sendiri dengan orang tuamu yang lain. Hubungan itu milikmu, dan tidak harus dibentuk oleh cerita yang kamu dengar larut malam.

    [CERMINAN]

    Kamu pernah pura-pura sudah tidur supaya ceritanya tidak dimulai.

    Kamu pernah bersikap dingin kepada orang tuamu yang lain tanpa tahu kenapa.

    Kamu pernah menutup percakapan dan tidak ingat satu hal pun tentang harimu sendiri.

    Tujuh hari, dan satu catatan untukmu

    Tidak ada yang perlu diumumkan kepada siapa pun di rumah. Yang berguna adalah satu catatan kecil yang hanya kamu baca.

    [TUGAS LAPANGAN]

    Selama tujuh hari, sesudah setiap percakapan, tulis satu baris: tentang siapa isinya, dan berapa lama.

    Tulis juga apa yang terasa di badanmu sebelum percakapan itu dimulai.

    Baca ketujuh baris itu di hari kedelapan, tidak lebih awal.

    Kalau yang paling tertinggal dari halaman ini adalah rasa bersalah membayangkan satu malam tanpa cerita itu, ada berkas untuk itu: Ikatan yang Menguras. Berkas itu tidak ditulis tentang orang tuamu. Berkas itu ditulis tentangmu, tentang badanmu sendiri.

    Pertanyaan lain di sekitar pertanyaan ini

    Apakah aku anak yang durhaka kalau tidak mau mendengarkan terus?

    Tidak. Ingin percakapan berhenti di panjang yang wajar tidak sama dengan menolak orang tuamu. Bentuk ini bekerja dengan membuat keduanya terasa sama.

    Kenapa aku yang selalu dipilih untuk mendengar?

    Karena dulu kamu melakukannya dengan baik, dan yang terasa aman terus dipakai. Itu keterangan tentang seberapa tersedia dirimu, bukan tentang siapa yang paling dicintai di rumah itu.

    Haruskah aku mendamaikan kedua orang tuaku?

    Itu bukan pekerjaan yang harus kamu pegang. Kamu hanya mendengar satu sisi, dan penengah yang mendengar satu sisi tidak sedang menengahi. Yang ada di tanganmu adalah berapa banyak yang kamu dengar.

    Kenapa aku jadi kesal kepada orang tuaku yang lain?

    Karena kamu sudah mendengar banyak cerita tentangnya dari satu arah. Rasa kesal itu layak dicatat, bersama asalnya. Hubunganmu dengannya tetap milikmu sendiri.

    Bagaimana kalau ceritanya tentang kekerasan di rumah?

    Kalau begitu itu bukan lagi curhat, dan bagian di atas halaman ini didahulukan. Nomor itu untuk siapa pun yang menelepon, termasuk kamu, dan salah satunya memang untuk perempuan dan anak.

    Boleh aku bilang aku tidak sanggup mendengar tentang orang tuaku yang lain?

    Boleh. Yang membuat bedanya adalah waktunya dan nadanya. Batas yang disebut dengan tenang di awal terdengar sebagai keterangan. Batas yang disebut di tengah cerita terdengar sebagai penolakan.

    Kenapa saranku tidak pernah dipakai?

    Karena yang dicari bukan saran. Yang dicari adalah ada yang menyaksikan. Saran yang terus ditolak adalah salah satu tanda paling jelas bahwa percakapan itu bukan tentang mencari jalan keluar.

    Boleh aku menunjukkan halaman ini kepada orang tuaku?

    Lebih baik jangan. Tulisan yang disodorkan dari luar sampai sebagai putusan tentang watak seseorang. Yang dibicarakan sesudahnya adalah putusan tadi, bukan malam-malam yang kamu jalani.

    Kenapa aku capek sekali sesudah percakapan itu?

    Karena berjaga sampai larut tetap berjaga, walaupun kamu hanya duduk. Rasa kosong sesudahnya adalah tagihannya, dan tagihan itu datang karena tidak ada yang kembali ke arahmu.

    Apa yang bisa kulakukan di percakapan berikutnya?

    Satu hal saja: sebut berapa lama waktumu di awal, dengan tenang. Tidak perlu alasan panjang. Satu kalimat, lalu dengarkan seperti biasa sampai waktunya habis.

    Arsip ini

    Apa yang sudah ada dalam bahasa Indonesia dan apa yang belum, ada di balik pintu.

    Yang ada dalam bahasa Indonesia