Orang lain

    Kenapa orang tuaku tidak pernah puas dengan hasilku?

    Nilainya sembilan puluh, dan yang ditanyakan sisanya. Pujian datang pendek, atau datang bersama kata tapi. Yang lebih lama tinggal adalah bagian yang kurang, dan kamu sudah hafal nadanya sebelum rapornya dibuka.

    Halaman ini tentang sisimu dari keadaan itu. Halaman ini tidak akan menyebut orang tuamu orang yang seperti apa. Itu putusan tentang orang yang tidak pernah membuka berkas di sini.

    Yang sebenarnya terlihat dari sisimu

    Ada standar di rumah yang berhenti jadi standar. Kalau kesalahan dibalas pukulan, ancaman, atau rasa takut, dahulukan itu. Tidak ada apa pun di bawah bagian ini yang menjadi alasan untuk tetap di tempat yang tidak aman.

    Kalau sekarang ada bahaya, telepon 112. Kamu tidak perlu memutuskan dulu apakah keadaannya sudah cukup gawat.

    Layanan 112 belum aktif di semua kabupaten dan kota. Kalau 112 tidak tersambung, telepon 110 untuk polisi, atau 119 untuk gawat darurat medis.

    Kalau di rumah tidak aman, SAPA 129 ada siang dan malam untuk perempuan dan anak: telepon 129 atau WhatsApp ke 08111-129-129.

    Di Indonesia belum ada nomor yang bisa kamu telepon hanya untuk bicara, jam berapa pun. Yang ada adalah nomor darurat di atas, dan itu untuk keadaan yang membahayakan tubuh. Itu keadaan layanan di negara ini, bukan penilaian tentang kamu atau tentang apakah yang kamu alami sudah cukup berat. Kalau malam ini terasa terlalu panjang, hubungi satu orang yang kamu kenal. Tidak perlu orang yang paling dekat, cukup orang yang bisa dihubungi sekarang.

    Dari luar ini terlihat seperti harapan yang tinggi, dan sebagian memang harapan. Bedanya ada di satu hal. Harapan berhenti waktu hasilnya sudah cukup. Bentuk ini tidak punya titik cukup, jadi tiap hasil membuka kekurangan baru.

    Itu sebabnya berusaha lebih keras tidak pernah menutup jaraknya. Garisnya ikut bergeser setiap kali kamu mendekat.

    [PENGAMATAN LAPANGAN]

    Ingat tiga hasil terakhir yang kamu tunjukkan di rumah.

    Untuk tiap hasil, tulis kalimat pertama yang kamu terima: tentang yang sudah ada, atau tentang yang kurang.

    Kalau ketiganya tentang yang kurang, garisnya memang tidak diam di satu tempat.

    Di mana standar itu tinggal sekarang

    Ini bagian yang jarang dibicarakan. Standar yang datang dari luar, bertahun-tahun, lama-lama pindah ke dalam. Sekarang suaranya tidak selalu suara orang tuamu. Kadang suaranya suaramu sendiri, di kepalamu, sebelum ada yang melihat hasilnya.

    Tanda-tandanya kecil. Tugas yang sudah jadi tidak dikirim karena belum cukup rapi. Pujian dari orang lain terasa salah alamat. Satu kesalahan kecil membuat seluruh hasilnya terasa gagal.

    [CARA KERJA]

    Hasilnya hampir jadi, lalu sinyal tubuh: perut mengetat, atau napas yang menahan.

    Beberapa detik sesudahnya, satu kalimat di kepala menyebut apa yang kurang.

    Lalu hasilnya dibuka lagi, dan tidak pernah dikirim.

    Yang tidak bisa dibaca dari luar

    Dari mana standar orang tuamu datang. Dari tempatmu itu tidak kelihatan, dan halaman ini tidak akan menebaknya.

    Apakah mereka tahu bagaimana rasanya dari sisimu. Yang terasa sebagai tuntutan bagimu belum tentu terasa sebagai tuntutan bagi mereka.

    Dan apa yang terjadi sesudah ini. Arsip ini belum pernah bertemu orang tuamu. Tebakan tentang orang yang tidak ada di sini adalah tebakan yang paling tidak bisa kamu periksa.

    Yang tetap di tanganmu

    Ukuranmu sendiri. Satu kalimat yang kamu tulis sebelum menunjukkan hasil apa pun: apa yang kamu anggap cukup untuk hasil ini. Kalimat itu tidak harus disetujui siapa pun.

    Garis yang kamu tarik sendiri, di hal-hal yang hanya milikmu. Satu pekerjaan kecil yang dikirim dalam keadaan cukup, bukan sempurna, adalah latihan yang tidak memerlukan izin.

    Dan cara kamu mendengar kalimat berikutnya. Kalimat tentang yang kurang tetap akan datang. Yang bisa berbeda adalah apakah kalimat itu langsung jadi putusan tentang dirimu, atau tetap jadi satu pendapat.

    [CERMINAN]

    Kamu pernah menyembunyikan hasil yang bagus karena tahu pertanyaan apa yang akan datang.

    Kamu pernah menerima pujian dari orang lain dan langsung menyebut kekurangannya.

    Kamu pernah mendengar suara orang tuamu di kepalamu, padahal tidak ada orang di ruangan.

    Tujuh hari, dan satu catatan untukmu

    Tidak ada yang perlu kamu sampaikan kepada orang tuamu minggu ini. Yang dikerjakan ada di kolommu sendiri.

    [TUGAS LAPANGAN]

    Selama tujuh hari, tiap kali kamu membuka lagi sesuatu yang sudah jadi, tulis satu baris.

    Tulis juga suara siapa yang kamu dengar waktu itu: suara orang tuamu, atau suaramu sendiri.

    Baca ketujuh baris itu di hari kedelapan, tidak lebih awal.

    Kalau yang paling kamu kenali di halaman ini adalah suara itu di kepalamu sendiri, ada berkas untuk itu: Jebakan Kesempurnaan. Berkas itu tidak ditulis tentang orang tuamu. Berkas itu ditulis tentangmu, tentang beberapa detik sebelum hasilmu dibuka lagi.

    Pertanyaan lain di sekitar pertanyaan ini

    Apakah aku memang tidak cukup baik?

    Garis yang terus bergeser tidak bisa dipakai untuk mengukur siapa pun. Kalau tiap hasil membuka kekurangan baru, ukurannya yang tidak punya titik cukup, bukan hasilmu.

    Kenapa berusaha lebih keras tidak pernah cukup?

    Karena garisnya ikut bergeser setiap kali kamu mendekat. Berusaha lebih keras mengejar garis yang berpindah. Itu bukan soal kurang usaha.

    Bagaimana kalau kesalahan di rumah dibalas dengan pukulan atau ancaman?

    Kalau begitu keselamatan didahulukan, dan nomornya ada di atas halaman ini. Nomor itu untuk siapa pun yang menelepon, termasuk kamu, dan salah satunya memang untuk perempuan dan anak.

    Apakah orang tuaku tidak sayang padaku?

    Halaman ini tidak bisa menjawab itu, dan tidak akan menebaknya. Tuntutan dan sayang bisa ada di rumah yang sama. Yang bisa disebut hanya bentuk tuntutannya.

    Kenapa aku sekarang menuntut diriku sendiri dengan cara yang sama?

    Karena standar yang datang dari luar selama bertahun-tahun lama-lama pindah ke dalam. Itu bukan cacat watak. Itu keterangan tentang di mana standar itu tinggal sekarang, dan bagian itu milikmu.

    Haruskah aku bicara dengan orang tuaku soal ini?

    Itu keputusanmu, dan halaman ini tidak mengambilnya. Yang bisa disebut: satu contoh yang tenang dan jelas biasanya lebih mudah didengar daripada daftar panjang.

    Boleh aku menunjukkan halaman ini kepada mereka?

    Lebih baik jangan. Tulisan yang disodorkan dari luar sampai sebagai putusan tentang watak seseorang. Yang dibicarakan sesudahnya adalah putusan tadi, bukan pengalamanmu.

    Kenapa halaman ini tidak memberi nama untuk orang tuaku?

    Karena sebuah urutan adalah milik orang yang menjalankannya. Nama yang datang dari luar adalah putusan, bukan keterangan, dan arsip ini belum pernah bertemu orang tuamu.

    Apa yang bisa kulakukan minggu ini?

    Satu hal saja: kirim satu pekerjaan kecil dalam keadaan cukup, bukan sempurna. Tulis apa yang terasa di badanmu sebelum mengirimnya, dan apa yang terjadi sesudahnya.

    Kenapa pujian dari orang lain terasa salah alamat?

    Karena ukuran yang kamu bawa dari rumah tidak punya titik cukup, jadi pujian terdengar seperti kesalahan hitung. Rasa itu layak dicatat. Itu keterangan tentang ukurannya, bukan tentang hasilmu.

    Arsip ini

    Apa yang sudah ada dalam bahasa Indonesia dan apa yang belum, ada di balik pintu.

    Yang ada dalam bahasa Indonesia