Orang lain
Kenapa orang tuaku mendiamkanku berhari-hari?
Makan malamnya sama, tapi tidak ada suara. Pertanyaanmu dijawab satu kata atau tidak dijawab. Tidak ada yang bilang apa salahnya, dan kamu sudah tiga hari mencari.
Halaman ini tentang sisimu dari keadaan itu. Halaman ini tidak akan menyebut orang tuamu orang yang seperti apa. Itu putusan tentang orang yang tidak pernah membuka berkas di sini.
Kapan diamnya dimulai
Ada diam yang datang bersama hal lain. Kalau di rumah ini ada pukulan, ancaman, atau rasa takut, bagian ini didahulukan. Nomor di bawah untuk siapa pun yang menelepon, termasuk kamu.
Kalau sekarang ada bahaya, telepon 112. Kamu tidak perlu memutuskan dulu apakah keadaannya sudah cukup gawat.
Layanan 112 belum aktif di semua kabupaten dan kota. Kalau 112 tidak tersambung, telepon 110 untuk polisi, atau 119 untuk gawat darurat medis.
Kalau di rumah tidak aman, SAPA 129 ada siang dan malam untuk perempuan dan anak: telepon 129 atau WhatsApp ke 08111-129-129.
Di Indonesia belum ada nomor yang bisa kamu telepon hanya untuk bicara, jam berapa pun. Yang ada adalah nomor darurat di atas, dan itu untuk keadaan yang membahayakan tubuh. Itu keadaan layanan di negara ini, bukan penilaian tentang kamu atau tentang apakah yang kamu alami sudah cukup berat. Kalau malam ini terasa terlalu panjang, hubungi satu orang yang kamu kenal. Tidak perlu orang yang paling dekat, cukup orang yang bisa dihubungi sekarang.
Ini bagian yang paling berguna dan paling jarang diperhatikan. Diam sesudah pertengkaran punya sebab yang bisa disebut. Diam yang datang tanpa sebab yang jelas punya bentuk lain, dan bentuk itu terlihat dari waktunya.
Coba ingat hari-hari sebelum diam yang terakhir. Sering yang ada sebelumnya bukan kesalahan, melainkan satu percakapan yang lebih dekat dari biasanya, atau satu permintaan yang menyentuh sesuatu.
[PENGAMATAN LAPANGAN]
Ingat tiga masa diam terakhir.
Untuk tiap masa, tulis apa yang terjadi dua hari sebelumnya: pertengkaran, permintaan, atau hari yang justru dekat.
Kalau jawabannya jarang pertengkaran, mencari kesalahanmu tidak akan menemukan apa-apa.
Dua jawaban yang biasanya kamu berikan
Jawaban pertama adalah memperbaiki. Kamu minta maaf untuk hal yang tidak disebut, membersihkan rumah tanpa diminta, menawarkan apa pun yang terpikir. Kadang diamnya berhenti, dan kamu belajar bahwa minta maaf tanpa tahu salahnya ternyata bekerja.
Jawaban kedua adalah ikut diam. Kalau dia tidak bicara, kamu juga tidak. Rumahnya jadi dua orang yang sama-sama menunggu, dan tidak ada yang tahu siapa yang harus mulai.
[SKETSA POLA]
Diam dimulai, lalu sinyal tubuhmu: perut mengetat, atau dada yang berat di meja makan.
Beberapa detik sesudahnya, salah satu dari dua jawaban tadi sudah berjalan.
Tidak satu pun dari keduanya pernah menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Yang tidak bisa dibaca dari luar
Apa yang terasa di dalam diri orang tuamu waktu diam itu dimulai. Dari tempatmu itu tidak kelihatan, dan halaman ini tidak akan menebaknya.
Apakah diamnya tentang kamu. Sering tidak. Diam bisa menjadi satu-satunya cara yang dipelajari seseorang untuk menghadapi sesuatu yang terlalu dekat.
Dan apa yang terjadi sesudah ini. Arsip ini belum pernah bertemu orang tuamu. Tebakan tentang orang yang tidak ada di sini adalah tebakan yang paling tidak bisa kamu periksa.
Yang tetap di tanganmu
Tetap bersuara tanpa mengejar. Menyapa di pagi hari dan pamit waktu keluar, dengan nada biasa, bukan permintaan maaf dan bukan balasan. Itu menjaga pintu tetap terbuka tanpa kamu harus menebak kesalahan.
Satu pertanyaan, sekali, di waktu yang tenang. Kalimat seperti aku lihat ada yang berbeda, kalau aku salah aku mau tahu, lalu biarkan. Tidak perlu diulang setiap jam.
Dan jawabanmu sendiri. Minta maaf untuk hal yang tidak disebut, atau ikut diam, adalah dua hal yang bisa kamu perhatikan. Keduanya milikmu, dan keduanya bisa kamu hitung.
[CERMINAN]
Kamu pernah minta maaf tanpa tahu untuk apa, hanya supaya rumahnya bersuara lagi.
Kamu pernah ikut diam dan merasa menang sebentar, lalu merasa sendirian.
Kamu pernah menghafal langkah kaki di rumah untuk menebak suasananya hari itu.
Tujuh hari, dan satu catatan untukmu
Tidak ada yang perlu diumumkan kepada siapa pun di rumah. Yang berguna adalah satu catatan kecil yang hanya kamu baca.
[TUGAS LAPANGAN]
Selama tujuh hari, tulis satu baris tiap malam: ada suara, sedikit suara, atau diam.
Kalau diam, tulis jawabanmu hari itu: memperbaiki, ikut diam, atau tetap bersuara biasa.
Baca ketujuh baris itu di hari kedelapan, tidak lebih awal.
Kalau yang kamu kenali di keterangan ini justru dirimu sendiri, diam yang kamu pakai kepada orang yang dekat, ada berkas untuk itu: Pola Menghilang. Berkas itu ditulis untukmu, dan berkas itu tidak membuka apa pun tentang orang tuamu.
Pertanyaan lain di sekitar pertanyaan ini
Apa salahku sampai didiamkan?
Kalau diamnya datang tanpa sebab yang bisa disebut, mencari kesalahanmu sering tidak menemukan apa-apa. Periksa waktunya: kalau diam lebih sering datang sesudah hari yang dekat daripada sesudah pertengkaran, yang menyalakannya bukan kesalahan.
Haruskah aku minta maaf walaupun tidak tahu salahku?
Itu keputusanmu. Yang bisa disebut: maaf tanpa tahu salahnya kadang menghentikan diam, dan justru karena itu kebiasaannya bertahan. Satu pertanyaan yang tenang lebih berguna daripada maaf yang menebak.
Siapa yang salah kalau aku juga ikut diam?
Halaman ini tidak menilai siapa pun. Ikut diam adalah salah satu dari dua jawaban yang biasa, dan bagian itu milikmu untuk diperhatikan. Menghitungnya lebih berguna daripada mencari siapa yang harus mulai.
Bagaimana kalau di rumah juga ada pukulan atau ancaman?
Kalau begitu keselamatan didahulukan, dan nomornya ada di bagian atas halaman ini. Nomor itu untuk siapa pun yang menelepon, termasuk kamu, dan salah satunya memang untuk perempuan dan anak.
Kenapa diamnya bisa berhenti tiba-tiba seperti tidak terjadi apa-apa?
Karena dari dalam, diam itu sering tidak terasa sebagai sesuatu yang perlu dijelaskan. Dua orang di rumah yang sama bisa mengalami hari yang sama dengan dua cara yang berbeda.
Apakah orang tuaku tidak sayang padaku?
Halaman ini tidak bisa menjawab itu, dan tidak akan menebaknya. Diam dan sayang bisa ada di rumah yang sama. Yang bisa disebut hanya bentuk diamnya dan kapan ia dimulai.
Boleh aku menunjukkan halaman ini kepada orang tuaku?
Lebih baik jangan. Tulisan yang disodorkan dari luar sampai sebagai putusan tentang watak seseorang. Yang dibicarakan sesudahnya adalah putusan tadi, bukan hari-hari diam yang kamu jalani.
Kenapa halaman ini tidak memberi nama untuk orang tuaku?
Karena sebuah urutan adalah milik orang yang menjalankannya. Nama yang datang dari luar adalah putusan, bukan keterangan, dan arsip ini belum pernah bertemu orang tuamu.
Kenapa aku jadi tegang setiap pulang ke rumah?
Karena badanmu sudah belajar membaca suasana rumah lebih cepat daripada kepalamu. Tegang itu keterangan, bukan kelemahan. Catat kapan rasa itu muncul.
Apa yang bisa kulakukan besok pagi?
Satu hal saja: sapa dengan nada biasa, tanpa maaf dan tanpa balasan. Lalu catat apa yang kamu rasakan sebelum menyapa, untuk dirimu sendiri.
Arsip ini
Apa yang sudah ada dalam bahasa Indonesia dan apa yang belum, ada di balik pintu.
Yang ada dalam bahasa Indonesia